live chat

Friday, June 19, 2015

Begini Perputaran Siklus Matahari Tepat di Atas Kabah

Fenomena matahari berada tepat di atas Kabah memang menjadi siklus tahunan yang bisa dijadikan patokan untuk menentukan kiblat, peristiwa ini sendiri disebut  Rashdul Qiblah yakni ketentuan waktu di mana bayangan benda yang terkena sinar matahari menunjuk arah kiblat.

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) memberikan penjelasan mengenai siklus matahari yang bertugas sebagai 'kompas' untuk menentukan arah kiblat. Awalnya, matahari berada di garis ekuator Bumi pada 21 Maret 2015. Kemudian, terus bergerak menuju ke arah utara pada 28 Mei kemarin pukul 16.18 WIB yang membuat garis lintangnya sejajar dengan Mekah--khususnya Kabah.

"Siang hari di Kota Mekah pasti dimanfaatkan untuk penentuan arah kiblat berbasis astronomi sesuai dengan matahari," ujar Ketua Lapan, Prof Thomas Djamaluddin kepada CNN Indonesia.

Thomas menjelaskan, pada tanggal 22 Juni besok, Matahari akan berada di puncak utara dan setelah itu, ia bakal bergerak menuju arah selatan pada 16 Juli mendatang sekitar pukul 16.27 WIB. Waktu ini kembali digunakan untuk menentukan arah kiblat. Rentang waktu yang digunakan yakni plus atau minus 5 menit dianggap masih cukup akurat.

Kemudian, Matahari akan kembali ke ekuator pada 23 September 2015 dan bergerak ke posisi paling selatan pada tanggal 22 Desember mendatang. Setelah siklus tahunan tersebut hampir selesai, Matahari kembali ke ekuator pada 21 Maret tahun selanjutnya.



BUTUH SCAFFOLDING MURAH ?? KLIK SAJA http://intimandiri.us

No comments:

Post a Comment

Bannaer