Hal ini mendorong Yang untuk berasumsi bahwa ini adalah kecoa betina yang menggunakan lubang telinga Li untuk meletakkan telur-telurnya, beberapa minggu sebelum akhirnya Li mengeluh kesakitan. Seekor kecoa betina memang sanggup membawa semacam kapsul berisi 40 telur di dalam tubuhnya. Dalam suhu tertentu, telur-telur ini butuh waktu selama 24-70 hari untuk menetas. Itu artinya telinga Li telah menjadi tempat tinggal si kecoa selama beberapa lama. Sebelum meninggalkan rumah sakit, Dr Yang sempat mengatakan bila saja Li tidak segera datang ke rumah sakit, bukan tidak mungkin kecoa-kecoa itu telah 'menghancurkan' telinga pria berusia 19 tahun ini. Kecoa tergolong sebagai hewan nokturnal dan dikenal menyukai tempat gelap dan hangat, seperti halnya lubang telinga manusia. Selain kecoa, hewan lain yang kerap 'nyasar' ke telinga adalah laba-laba, ngengat, kutu, dan jangkrik.
BUTUH SCAFFOLDING MURAH ?? KLIK SAJA http://intimandiri.us
No comments:
Post a Comment